Lokakarya dan Seminar Penggunaan Fatwa dalam rangka Menguatkan Islam Moderat (al-Wasatiyah) di Indonesia

Lokakarya-dan-Seminar-Penggunaan-Fatwa-dalam-rangka-Menguatkan-Islam-Moderat-(al-Wasatiyah)-di-Indonesia
Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp

Peranan fatwa di Indonesia tidak terelakan lagi, dikarenakan fakta bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Benar bahwa fatwa bukanlah bagian dari sumber hukum formal bagi hukum positif di Indonesia, melainkan kekuatan fatwa yang jelas baik di dalam kehidupan masyarakat maupun kehidupan bernegara masyarakat Indonesia. Keduanya baik itu negara dan masyarakat Indonesia memperhitungkan fatwa di dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, banyak lembaga negara mengadakan konsultasi kepada lembaga fatwa sebelum mereka mengeluarkan kebijakan publik. Banyak yang beranggapan bahwa fatwa hanya dikeluarkan untuk men-support konservatisme agama, tetapi pada faktanya, banyak fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga fatwa juga memiliki kecenderungan ke arah moderat. Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (NU) contohnya mengeluarkan sebuah fatwa mengenai pelarangan ujaran kebencian untuk segala situasi pada Pertemuan Nasional di Lombok tahun 2017. NU juga mengeluarkan fatwa tentang perlunya menghargai difabel. Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa tentang prinsip monogami pernikahan di dalam Islam. Bagi anggota pengurus Muhammadiyah, poligami tidak diperbolehkan yang berarti bahwa anggota pengurus Muhammadiyah yang melakukan poligami akan dipecat dari kedudukannya sebagai struktur dewan kepengurusan Muhammadiyah. Tentu saja ini merupakan fatwa yang berani mengingat melarang poligami adalah sesuatu hal yang sensitif. Tetapi Majelis Tarjih sudah mengeluarkan fatwa tersebut. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pelarangan terorisme. Menurut MUI, terorisme atas nama Islam bukan dikategorikan sebagai jihad, melainkan sebuah tindakan kriminal. Oleh karena itu MUI menyimpulkan bahwa terorisme terlarang di dalam Islam. Walaupun kita memiliki banyak contoh tentang fatwa yang mendukung Islam moderat di Indonesia yang tidak disebutkan di dalam proposal ini, akan tetapi jumlah fatwa moderat tetap saja lebih sedikit dibandingkan dengan fatwa-fatwa yang konservatif.

Berdasarkan penjelasan di atas, ICIP menyelenggarakan dua kegiatan, yaitu:

  1. Lokakarya yang mendiskusikan dan fokus kepada bagaimana menggunakan fatwa untuk menciptakan moderatisme Islam di Indonesia. Beberapa isyu menjadi perhatian lokakarya ini seperti metodologi dalam mengeluarkan fatwa, kapasitas mufti, yang memungkinkan atmosfer bagi pembentukan fatwa moderat dan hal lainnya.
  2. Kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kuliah umum ini bertujuan untuk mendorong diskusi dan debat di antara para akademisi di Jakarta tentang penggunaan fatwa untuk mendukung moderatisme Islam di Indonesia. Jumlah peserta kuliah umum ini akan dihadiri oleh 100 peserta.

Untuk lokakarya ini, ICIP akan mengundang dua narasumber internasional, selain narasumber dari Indonesia. Pertama adalah Prof. Muhammad Khalid Masud, Hakim Agung Pakistan dan profesor di sejumlah universitas ternama. Kedua, Prof. Zahia Jouirou, seorang profesor kajian Islam di Tunisian University, Tunisia. Buku terbarunya ditujukan menguraikan fatwa antara sebagai pembatas madhāhib dan pengendalian sejarah al-Ifta bayna Siyaj al-Madhahib wa Ikrahat al-Tarikh.

Sedangkan narasumber dari Indonesia berjumlah 6 orang yang mewakili NU, Muhammadiyah, MUI dan Persatuan Islam (Persis). Jumlah peserta yang akan diundang sekitar 30 dari Indonesia yang berasal dari kalangan lembaga fatwa, akademisi, profesional, aktivis ormas dan wartawan. Lokakarya akan dilaksanakan di Jakarta.

Tujuan

  1. Untuk mempelajari dan mengkaji praktik baik dalam mengeluarkan fatwa moderat—penguatan kapasitas mufti dan institusi—dari lembaga fatwa lain di negara-negara muslim.
  2. Untuk mendiskusikan prinsip-prinsip dalam mengeluarkan dan mempertimbangkan sebuah fatwa moderat yang mengacu kepada tradisi sumber Islam yang klasik dan modern.
  3. Untuk memformulasikan metodologi dan strategi dalam mengeluarkan fatwa dan pertimbangan fatwa moderat di Indonesia.
  4. Untuk menjembatani mufti Indonesia dengan mufti dari negara Muslim lainnya yang memiliki praktik baik dalam mengeluarkan fatwa moderat.

Untuk mengekspos pemikiran moderat mufti Indonesia kepada dunia internasional.

Tujuan

Meningkatnya produk fatwa yang moderat di Indonesia

Hasil

  1. Diskusi produktif tentang metodologi menerbitkan fatwa yang membantu mufti untuk mengeluarkan fatwa-fatwa yang moderat dan inklusif.
  2. Membentuk strategi dalam menyebarkan fatwa moderat kepada komunitas Muslim Indonesia
  3. Membentuk jaringan dengan institusi lembaga fatwa lain di negara-negara Muslim lainnya.
  4. Mengekspos pemikiran dan metodologi mufti Indonesia tentang menerbitkan fatwa kepada para mufti di arena internasional.

Produk

  1. Catatan Lokakarya dan kuliah umum
  2. Kompilasi karya tulis para narasumber
  3. Publikasi
Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp