ICIP mengadakan pelatihan pendidikan politik bagi generasi muda lintas agama

Pelatihan-Pendidikan-politik-melalui-literasi-informasi-dan-media-bagi-generasi-milenial-lintas-agama-kepercayaan-di-Jawa-Barat
Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp
Fahmi Syahirul Alim

Fahmi Syahirul Alim

Manajer Program ICIP, kader muda Muhammadiyah, delegasi Pertukaran Tokoh Pemuda Muslim Indonesia Australia 2017.

Bandung—International Center For Islam and Pluralism (ICIP) atas dukungan Tifa Foundation dan bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Telkom Bandung telah sukses menyelenggarakan “Pelatihan Pendidikan Politik melalui Literasi Informasi dan Media Untuk Generasi Milenial Lintas Agama dan Keyakinan di Jawa Barat” yang diadakan pada tanggal 13 – 16 November 2018 di Hotel Arion Swissbell Kota Bandung. Acara ini dihadir oleh 25 orang pemimpin muda pilihan dari beberapa organisasi keagamaan dan Keyakinan yang Ada di Jawa Barat.

Di antara organisasi Lintas Agama Dan Keyakinan yang hadir dalam kegiatan tersebut, ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Peradah Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Budhist Indonesia (Hikmahbudhi), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Penghayat Perjalanan, Himpunan Mahasiswa Persatuan Umat Islam (Hima PUI), aktivis Duta Damai Jawa Barat, Pemuda Ahmadiyah, Sekolah Damai Indonesia Bandung, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia Muda (IJABI Muda), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),

Dalam sambutannya, Farinia Fianto selaku Direktur Pelaksana ICIP mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satunya dalam rangka menguatkan kapasitas wawasan dan pemahaman para aktivis lintas agama dan keyakinan di Jawa Barat dalam memahami Politik melalui literasi informasi dan media, terutama menghadapi tahun politik.

“Seperti kita ketahui, dewasa ini, politik kita dipenuhi dengan berita bohong, ujaran kebencian, dan penyebaran kebencian yang bertebaran di media sosial, diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada organisasi dan komunitasnya masing-masing, sehingga mereka dapat menciptakan perubahan positif yang bisa mengubah wajah perpolitikan kita saat ini,” ujar Farinia.

Oleh karena itu, menurut Farinia, di akhir pelatihan para peserta akan diminta oleh panitia agar menyiapkan rencana tindak lanjut (RTL) yang Harus mereka presentasikan, sehingga harapannya ketika kembali ke daerahnya masing-masing mereka sudah siap melakukan kegiatan.

Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp