ICIP dan Open Library Telkom University Adakan Deklarasi Millennials Anti Hate Speech Jelang Pemilu

Siaran-Pers-Deklarasi-Milenial-Anti-Hate-Speech
Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp
Fahmi Syahirul Alim

Fahmi Syahirul Alim

Manajer Program ICIP, kader muda Muhammadiyah, delegasi Pertukaran Tokoh Pemuda Muslim Indonesia Australia 2017.

Bandung—International Center For Islam and Pluralism (ICIP) bekerja sama dengan Open Library Telkom University Bandung mengadakan Deklarasi Milenial Anti Hate Speech pada Senin, 15 April 2019 di Gedung Manterawu Lantai 5 Open Library Telkom Univeristy, Jl. Telekomunikasi No. 1, Bandung. Menurut Farinia Fianto selaku Direktur Pelaksana ICIP, acara ini merupakan salah satu kegiatan dari beberapa kegiatan yang bertemakan Pendidikan Politik bagi Generasi Muda melalui Literasi Informasi dan Media yang sudah diadakan oleh ICIP dan Open Library Telkom University atas dukungan Tifa Foundation selama satu tahun ini.

Farinia menambahkan alasannya diadakan kegiatan ini yaitu dalam rangka menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. “Pro dan kontra peristiwa politik menghiasi khazanah informasi di semua media terutama media digital dan media sosial, terutama informasi yang sarat dan marak dengan hoaks, berita palsu, ujaran kebencian, dan pelintiran kebencian. Maraknya hoaks, berita palsu, ujaran kebencian, dan pelintiran kebencian, sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Namun dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, hal ini memungkinkan produksi konten berita negatif menjadi lebih cepat dan lebih luas, sehingga dikhawatirkan menimbulkan perpecahan di masyarakat,” ujar Farinia.

Menurut Farinia, meningkatnya penggunaan teknologi dan media digital sayangnya tidak dibarengi oleh pengetahuan dan kecakapan menggunakan teknologi informasi komunikasi dan media digital atau yang lebih populer dengan istilah literasi informasi media. Oleh karena itu, menurutnya sangat penting untuk melakukan serangkaian kegiatan literasi informasi media guna mengedukasi generasi milenial agar mampu meredusir potensi disintegrasi bangsa dengan melakukan pencegahan dan konter terhadap hoax, fake news, hate speech, hate spin dan extreme expression terutama oleh kalangan generasi milenial. “Kami sangat berharap generasi milenial dapat menciptakan perubahan yang positif di media sosial dan tentu menggunakan hak politiknya dengan baik,” ujar Farinia.

Hal senada disampaikan oleh Dadi Ismanto selaku Kepala Perpustakaan Telkom University. Ia berharap acara ini dapat menumbuhkan kesadaran para generasi milenial agar peka dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, sehingga masyarakat yang selama ini terpapar kabar bohong dan ujaran kebencian bisa teredukasi oleh generasi milenial yang dianggap sebagai generasi paling melek teknologi. “Selain itu, saya kira acara ini bagus dalam rangka cooling down menjelang pemilu, agar kita tidak terlalu tegang, acaranya juga santai dan bisa dinikmati siapa saja, ilmunya ada, hiburannya juga ada,” ujar Pak Dadi. Pak Dadi juga berharap acara Deklarasi Milenial Anti Hate Speech ini bisa menjadi salah satu kontribusi dalam menciptakan Pemilu 2019 yang aman dan damai. Semoga.

Share on facebook
Share on google
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp